Merokok
Merokok
Merokok adalah suatu kebiasaan menghisap rokok yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat telah mengakui bahwa merokok adalah salah satu penyebab utama kematian di dunia. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa merokok berbahaya bagi kesehatan Anda. Penyakit yang sering kali menyerang organ tubuh manusia anatara lain : Asma, infeksi paru-paru, kanker mulut, kanker tenggorokan, kanker paru-paru, serangan jantung, stroke, demensia, disfungsi ereksi (impotensi), dll. Penyakit ini tidak hanya berlaku bagi perokok saja. Pasalnya, orang-orang yang ada di sekitar perokok pun berisiko tinggi terkena efek rokok tersebut, meskipun mereka sendiri tidak merokok.
Perokok dibagi menjadi 2 antara lain :
1. Perokok Aktif
Perokok aktif merupakan seseorang yang menghirup asap rokok. Perokok aktif akan berisiko mendapatkan kanker 13 kali lipat dibandingkan non-perokok, perokok pasif. Dampak dari perilaku perokok aktif ini dirasakan pula oleh perokok pasif disekitarnya. Perokok aktif merasa kerap dijadikan kambing hitam atas dampak menyeramkan dari asap rokok meskipun sudah merokok pada tempat yang seharusnya. Beberapa perokok aktif pun merasa bersalah jika asap rokok lah yang menyebabkan kanker paru yang menyerang perokok pasif.
Tidak jarang pula para perokok aktif ini ingin berhenti merokok, namun mereka mengaku itu bukanlah hal yang mudah dilakukan.
2. Perokok Pasif
Perokok pasif merupakan seseorang yang menghirup asap rokok dari perokok aktif. Paparan asap rokok dapat menyebabkan penyakit serius hingga kematian. Asap rokok yang dihirup oleh perokok pasif memiliki setidaknya 4000 senyawa kimia berbahaya layaknya sianida, tar, arsenik, benzene, dan berbagai senyawa berbahaya lainnya. Dengan menghirup berbagai senyawa kimia berbahaya, maka perokok pasif tentu saja berpotensi mendapatkan penyakit-penyakit yang mengerikan.
Perokok pasif juga berpotensi mendapatkan penyakit yang berhubungan dengan gangguan pernapasan layaknya asma atau kanker paru-paru. Sulit bernapas hingga batuk berkepanjangan berisiko didapatkan para perokok pasif.
Disamping itu, kanker paru-paru juga bisa disebabkan oleh asap rokok yang tidak sengaja dihirup perokok pasif. Sebuah data menunjukkan bahwa, 20-30 persen penderita kanker paru-paru di dunia ternyata adalah perokok pasif.
Selain itu, perokok pasif juga berisiko mendapatkan serangan jantung atau stroke secara mendadak karena darah yang terpapar kandungan asap rokok cenderung menjadi lebih lengket dan memicu penyumbatan pada pembuluh darah.
Jelas para perokok pasif pun gelisah dengan risiko ini. Beberapa orang mengaku merasa sedih walaupun sudah cukup gencar gaung setop rokok dan kebanyakan sudah memahami bahayanya asap rokok, namun tetap saja masih banyak perokok yang merokok sembarangan.
Jadi kita sebagai perokok pasif harus bisa menghindari asap rokok tersebut, "lebih baik mencegah daripada mengobati".
"Perasaan bersalah ada, namun berhenti merokok tidak semudah memberhentikan metromini," katanya.
Perokok dibagi menjadi 2 antara lain :
1. Perokok Aktif
Perokok aktif merupakan seseorang yang menghirup asap rokok. Perokok aktif akan berisiko mendapatkan kanker 13 kali lipat dibandingkan non-perokok, perokok pasif. Dampak dari perilaku perokok aktif ini dirasakan pula oleh perokok pasif disekitarnya. Perokok aktif merasa kerap dijadikan kambing hitam atas dampak menyeramkan dari asap rokok meskipun sudah merokok pada tempat yang seharusnya. Beberapa perokok aktif pun merasa bersalah jika asap rokok lah yang menyebabkan kanker paru yang menyerang perokok pasif.
Tidak jarang pula para perokok aktif ini ingin berhenti merokok, namun mereka mengaku itu bukanlah hal yang mudah dilakukan.
2. Perokok Pasif
Perokok pasif merupakan seseorang yang menghirup asap rokok dari perokok aktif. Paparan asap rokok dapat menyebabkan penyakit serius hingga kematian. Asap rokok yang dihirup oleh perokok pasif memiliki setidaknya 4000 senyawa kimia berbahaya layaknya sianida, tar, arsenik, benzene, dan berbagai senyawa berbahaya lainnya. Dengan menghirup berbagai senyawa kimia berbahaya, maka perokok pasif tentu saja berpotensi mendapatkan penyakit-penyakit yang mengerikan.
Perokok pasif juga berpotensi mendapatkan penyakit yang berhubungan dengan gangguan pernapasan layaknya asma atau kanker paru-paru. Sulit bernapas hingga batuk berkepanjangan berisiko didapatkan para perokok pasif.
Disamping itu, kanker paru-paru juga bisa disebabkan oleh asap rokok yang tidak sengaja dihirup perokok pasif. Sebuah data menunjukkan bahwa, 20-30 persen penderita kanker paru-paru di dunia ternyata adalah perokok pasif.
Selain itu, perokok pasif juga berisiko mendapatkan serangan jantung atau stroke secara mendadak karena darah yang terpapar kandungan asap rokok cenderung menjadi lebih lengket dan memicu penyumbatan pada pembuluh darah.
Jelas para perokok pasif pun gelisah dengan risiko ini. Beberapa orang mengaku merasa sedih walaupun sudah cukup gencar gaung setop rokok dan kebanyakan sudah memahami bahayanya asap rokok, namun tetap saja masih banyak perokok yang merokok sembarangan.
Jadi kita sebagai perokok pasif harus bisa menghindari asap rokok tersebut, "lebih baik mencegah daripada mengobati".

Komentar
Posting Komentar